Bismillahirahmanirrahim
Segala puji bagi Allah yang telah menjaga kota Jakarta ini dengan penjagaan yang aman dan terhindar dari fitnah darah meski banyak potensi-potensi menuju kesana. Semoga shalawat serta salam kepada para nabi yang terakhir Muhammad Shalallahu alaihi wasalam, yang karena berkat beliau hidayah-hidayah islam membukakan hati-hati kaum muslimin untuk membebaskan daerah-daerah yang tertutup oleh kemusyrikan dan kemaksiatan di muka bumi ini, terkhusus kota Sunda Kelapa yang saat itu dikuasai oleh Portugis dibuka oleh Fatahilah pada tanggal 22 Ramadhan 923 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 22 Juni 1527 Masehi. Setelah itu, kota Jakarta yang sebelumnya bernama Sunda Kelapa diganti namanya menjadi Jayakarta (singkatnya Jakarta).
Pada blog kali ini saya akan membahas sedikit tentang kota kelahiran pemilik akun blog yang sedang teman-teman baca saat ini, lebih tepatnya dikatakan sebagai sebuah Provinsi. Dari kecil tinggal di Jakarta, tumbuh dan berkembang juga di Jakarta, mendapatkan piala untuk pertama kalinya juga di Jakarta, pertama kali belajar beladiri khas Indonesia juga di Jakarta, pokoknya apa-apa di Jakarta deh. hingga pada Tahun 2013 penulis harus meninggalkan kota Jakarta karena harus melanjutkan studi di kota bunga yang berada di wilayah provinsi Jawa Timur yang kotanya itu dikelilingi oleh 5 gunung dikelilingnya. Semoga tidak hanya ilmu dan pengalaman yang bertambah disana, tapi juga, teman, relasi, juga jodoh sehidup hingga abadi di Syurga Ilahi, Allah pertemukan juga disana. Aamiin.
Pada tanggal 22 Februari 2020 penulis kembali dari kota Malang menuju Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan kampung halaman penulis. Sekarang tepat tanggal 22 Juni 2020, kurang lebih 493 tahun yang lalu, kota ini yang dulunya bernama Sunda Kelapa dibebaskan dari penjajah Portugis. Kemudian, karena terbebasnnya kota Sunda Kelapa dari kungkungan penjajah merupakan pertolongan Allah Subhanawataala hingga terbukanya kota itu dengan cahaya dan nilai-nilai islam. Kota itu diubah namanya dengan mengambil reverensi nama dari potongan ayat surat Al-Fath yaitu Fathan mubiina yang dilokalkan yaitu Jayakarta atau sekarang ini dikenal sebagai Jakarta.
Sehingga sudah sepantasnya warganya terbuka hati dan pikirannya untuk menerima ajaran islam yang murni sebagaimana yang Allah berikan kepada penduduk Makah ketika Allah bukakan kota tersebut bagi kaum muslimin. Kota yang dibuka dari kungkungan kegelapan kemaksiatan dengan cahaya hidayah. Sehingga tidak sepantasnya kota yang indah ini diisi dengan kemaksiatan-kemaksiatan seperti club malam, pencurian, tawuran, perzinahan dan tindak kriminal dan asusila lainnya. Tetapi diisi dengan ilmu, karya dan prestasi, seperti pengajian, pengembangan minat bakat, dan hal-hal yang bermanaat lainnya
Dauroh Asy-Syariah Jakarta Islamic Centre
Secara geografis, dataran kota Jakarta berada pada endapan pleistocene. Pleistocene sendiri merupakan suatu kala dalam skala waktu geologi yang menunjukan 2.588.000 hingga 11.500 tahun yang lalu. Itu berarti dataran Jakarta berada diatas endapan tanah yang memiliki usia tanah kurang lebih yang ditunjukan oleh angka diatas. Secara keseluruhan, luas kota Jakarta adalah 661,52 km persegi (lautan : 6.977,5 km persegi). Kota Jakarta terbagi atas 5 kota administrasi dan satu kabupaten administrasi, yaitu
- Jakarta Utara (142,20 km persegi)
- Jakarta Timur (187,73 km persegi)
- Jakarta Pusat (47,90 km persegi)
- Jakarta Barat, dan (126,15 km persegi)
- Jakarta Selatan, terakhir kabupaten adminisrasi yaitu (145,73 km persegi)
- Kepulauan Seribu (11,81 km persegi)
Pembagian Wilayah di Jakarta
Letak kota Jakarta sendiri berada disebelah utara pulau Jawa dengan rata-rata ketinggian 8 meter diatas permukaan laut. Jakarta Berbatasan dengan kota Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang dan Laut Jawa disekelilingnya yang mana kota-kota itu merupkan kota yang menopang kota Jakarta sehingga dikenla dengan nama Jabodetabek. Kota Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang kesemua sungai itu bermuara ke teluk Jakarta, yaitu :
- Kali Mookervart
- Kali Angke
- Kali Pesanggrahan
- Kali Grogol
- Kali Krukut
- Kali Baru Barat
- Kali Ciliwung (yang sering Banjir)
- Kali Baru Timur
- Kali Cipinang
- Kali Sunter
- Kali Buaran
- Kali Jati Kramat
- Kali Cakung
Peta sebaran Sungai di Jakarta
Dari pembagian-pembagian wilayah kota administrasi tersebut, ternyata masing-masingnya memiliki ciri khas masing-masing dalam gaya hidupnya. Seperti yang pernah penulis alami ketika SMA dahulu, bahwa terdapat ugkapan bahwa siswa-siswa SMA di Jakarta Timur akan lebih Hits jika mereka semakin Pintar, berbeda dengan siswa-siswa dari SMA yang berada di Jakarta Selatan, mereka akan semakin Hist disekolahnya jika mereka adalah keturunan orang kaya, pejabat dan pengusaha, wallahuaam bissowab.
Wilayah selatan Jakarta memang sudah terkenal akan kelas hidup yang berbeda dengan kelas hidup didaerah wilayah Jakarta lainnya. hal ini terbukti dengan pernah viralnya sindiran dari para pengguna internet (wargaten/nitizen) yang menyindir kebiasaan berbicara mereka yang mencampurkan dua bahasa yakni bahasa inggris dan indonesia. seperti :
Menurut, Joan Aurelia dalam tulisannya yang berjudul "Apa Yang Kita Bicarakan Saat Kita Membicarakan Tongkrongan "Anak Jaksel"" yang dimuat oleh bombastis.com bahwa pada tahun 1976 presiden Soeharto mengeluarkan kebijakan untuk wilayah Jakarta Selatan menjadi wilayah pemukiman yang bertujuan untuk sebagai peringan tekanan penduduk dengan membuat pemukiman secara merata. Tapi sayangnya kebanyakan hanya orang kaya yang mampu membeli perumahan di wilayah tersebut. Selain menjadi wilayah orang-orang mapan, banyak diantara anak-anak di daerah jakarta Selatan yang sekolah hingga ke Luar Negeri sehingga ketika mereka pulang ke Indonesia kebiasaan berbicara mereka yang mencampurkan antara bahasa Inggris dan Indonesia menjadi tercampur
Kurang lebih itu saja sih sedikit dari penulis yang ingin penulis bagi tentang kota Jakarta. Harapannya Jakarta menjadi kota yang semakin Indah lagi, ramah dan diterangi oleh syiar-syiar islam sampai di kehidupan sehari-hari masyarakatnya.
Sumber
-
-
-
-
-





Komentar
Posting Komentar