Bismillahirrahmanirrahim
Akhir-akhir ini trend bersepeda sedang naik daun naik daunnya belakangan ini, terutama pada masa new normal ini dimana orang-orang akan kembali bekerja tetapi sarana transportasi umum yang bisa digunakan oleh orang-orang terkhusus masyarakat Jakarta terbatas. sehingga membuat masyarakat mulai beralih kepada alat transportasi yang bernama sepeda. Menurut direktur Institute or Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia Faela Sufa mengatakan yang dikutip oleh tirto.id bahwa peningkatan penggunaan sepeda di bilangan Thamrin dan Sudirman meningkat mencapai 1000 persen hal ini juga serupa dengan Philadelphia, New York dan beberapa kota di China. Menurutnya hal ini terjadi karena disatu sisi masyarakat khawatir terpapar virus, disisi lain mereka harus melakukan kegiatan diluar rumah.
Saya sendiri juga merupakan pengguna alat transportasi kayuh yang satu ini sebelum wabah covid menimpa negara-negara di dunia. Saya mulai menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sepeda pertama kali sejak orangtuaku memberikan sepeda roda dua kepada ku ketika masih duduk di Kelas 4 SD. Kemudian, saya belajar sepeda dengfan sepeda pemberian orangtuaku hingga saya bermimpi bahwa ada bisikan batin yang membocorkan bagaimana rahasianya agar bisa menaiki sepeda. Kemudian ketika SMA, yaitu ketika orangtuaku memberikan lagi hadiah ulang tahunku yang ke enam belas tahun kala itu agar sepeda tersebut bisa kujadikan alat transportasi untuk pulang pergi ke sekolah. Kala itu di angkatanku dan dua angkatan atas bawahku hanya aku yang menggunakan sepeda, sisanya mengenakan motor, transportasi umum dan antar jemput orangtua. Terahir adalah ketika kuliah, ketika dosen pembimbingku dengan baik hatinya meminjamkanku sepeda yang dapat kugunakan untuk transportasi menuju kampus pada masanya.
Budaya sepeda di Indonesia yang meningkat menjadi solusi bagi bagi masyarakat urban pada masa pandemia covid-19 ini. hal tersebut terjadi karena akhir-akhir ini di beberapa kota besar seperti Jakarta mulai dibangun layanan fasilitas untuk para pengguna transportasi sepeda seperti jalur sepeda, tempat parkir sepeda, dan air siap minum ditaman-taman. Hal ini merupakan suatu hal yang baik, karena di beberapa negara maju, bersepeda merupakan budaya yang dijaga oleh negara-negara maju seperti negara-negara berikut yang memiliki budaya bersepeda yang cukup tinggi di dunia ini, sebagai berikut :
- Belgia
- Belanda
- Jepang
- Tiongkok
- Swiss
Pengalaman bersepeda yang didapatkan di negara-negara maju tentu berbeda dengan pengalaman bersepeda di negara tercinta kita seperti pengalaman seorang Mahasiswa Indonesia yang menceritakan pegalamannya bersepeda di Jepang dalam blog Indonesia Mengglobal. menurutnya menjadi bersepeda di Jepang itu seperti membaur di Masyarakat karena mayoritas masyarakat disana adalah pengguna sepeda, berbeda dengan di Indonesia yang masyarakatnya didominasi dengan pengguna kendaraan bermotor sehingga kerap kali pengendara kendaraan bermotor kurang menghormati pengguna sepeda. Bahkan katanya sepeda dijepang juga diberikan nomor kartu kepemilikan, istilahnya STNKnya Sepeda. Begitu berbeda dengan di negara kita, semoga kedepannya Indonesia bisa menjadi negara yang ramah bagi para pesepeda. Aamiin
Alhamdulillah Indonesia mulai beritikad meniru negara-negara maju tersebut dengan membangun jalur sepeda di Ibukota. Dikutip dari wartakota Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana membangun 500 kilometer jalur sepeda di Ibukota pada tahun 2022 mendatang, tapi masih terdapat polemik dalam rencana pembangunan jalur sepeda tersebut.Inrastruktur-inrastruktur lainnya yangf sebelumnya sudah dibuat juga sudah menjadi kabar baik bagi para pengguna sepeda agar optimis dengfan masa depan cerah pengguna sepeda, seperti beberapa jalur sepeda, bolehnya membawa sepeda lipat ke dalam transjakarta dan kereta juga merupakan pertanda besar harapan kita menjadi negara yang sehat setela pandemi ini
Dikutip dari Media Indonesia, Gubernur DKI Jakarta yang 16 anies Rasyid Baswedan mengatakan bahwa "pengadaan jalur sepeda dimaksudkan untuk membuat jakarta yang lebih ramah terhadap lingkungan dan lebih humanis. Pengendara sepeda yang selama ini termarginalisasi oleh raja jalanan seperti sepeda motor dan mobil kini diberikan tempat yang khusus. Mereka bisa dengan leluasa menggowes di tempatnya sendiri". Saya sangat setuju dengan gagasan ini, karena selama menggunakan sepeda baik di Jakarta dan di Malang, mengendarai sepeda menjadi sangat tidak nyaman karena harus balapan dengan kendaraan bermotor atau bahkan diklakson oleh mobil dari belakang, padahal pengendara sepeda tidak bisa secepat mereka dalam berkendara yang mana hal tersebut akan sangat menguras tenaga bagi para pengendara sepeda.
Diantara manafat dari bersepeda diantaranya adalah membuat udara sekitar menjadi bersih karena semakin sedikitnya penggunaan kendaraan bermotor. Kemudian olahraga bersepeda sendiri juga merupakan olahraga cardio, yakni olahraga yang memacu detak jantung selain berlari dan berenang. Sehingga dapat melatih jantung kita dan sekaligus sebagai olahraga yang berguna untuk menurunkan berat badan. Pada masa pandemi ini kesehatan dan lingkungan menjadi suatu hal banyak dibicarakan oleh orang-orang. Mulai dari para MLM kesehatan yang memanafatkan masa pandemi ini untuk semakin menggencarkan iklan produk mereka, hingga tips-tips menjaga kesehatan tubuh yang menjamur di media sosial dan youtube. semakin bersihnya udara di kota-kota besar, tertutupnya lubangozon terbesar di muka bumi hingga semakin bersihnya udara ibukota yang menyebabkan gunung salak terlihat dari ibukota. Hal ini patut kita syukuri. Semoga bisa dipertahankan dengan cara mulai membiasakan bersepeda
Tidak mudah memangf memulai kebiasaan ini. Kita yang selama ini hidup di daerah yang dirancang khusus untuk pengendara bermotor harus mulai kebiasaan baru yang akan membuat kita menjadi semakin maju.
Sumber :



Komentar
Posting Komentar