Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan karunia yang sangat banyak baik ketika kita mendapat nikmat ataupun ketika kita dalam keadaan yang sulit. Karena sesulit apapun keaadaan kita tetap merupakan karunia darinya, karena masih behitu banyak nikmatnya yang tidak bisa kita hitung karena saking banyaknya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi akhir zaman, Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam yangbtelah membawa kita dari kegelapan jahiliyah kepada cahaya hidayah.
Hai guys
Bagaimana kabar kalian pada masa pandemi ini? semoga dalam keadaan baik dan diberkahi oleh Allah Subhanawataala. Untuk teman-teman yang masih berada di zona merah semoga senantiasa diberikan kesabaran yang baik oleh Allah Subhana wata ala, Aamiin.
Gue mau sedikit cerita nih tentang pengalaman gimana caranya gue agar tetap bisa bahagia meskipun gue terlahir dalam keadaan yang membingungkan. ya kamu gak salah denger kok, "membingungkan". karena dua hal. Yaitu
- Gue terlahir sebagai penderita syndrome asperger (SA)
- Gue juga penderita disgrafia
"Loh mad, kok bisa dibilang membingungkan?" "Bukannya mengenaskan?". nggak kok emang membingungkan karena gue terlihat seola-olah normal-normal aja tapi sebenernya gue mengidap Syndrome Asperge, sebuah kelainan perkembangan syaraf yang berdampak pada gangguan komunikasi, interaksi, prilaku dan interaksi sosial yang juga merupakan bagian dari suatu bagian autisme autisme spectrum disorder (ASD). Hal tersebut yang membuat gue jadi susah berteman dengan temen-temen seangkatan gue, temen-temen hobi yang gue geluti dan kakak maupun adek tingkat gue di kampus, luar kampus, sekolah maupun luar sekolah. Gue juga menjadi sulit menangapi jokes teman-teman, bikin gue terhambat dianggap kaku kayak terminator sama temen-temen gue. O iya, tadi gue bilang kalau keadaan yang membingungkan kan? Nah itu karena gejala SA ini gak nampak pada oenderitanya sehingga cenderung dianggap orang normal yang gak ngalamin masalah apapun pada kemampuan komunikasinya. Jadinya gie males buat ngasih tau ke temen-temen gue kalau gue adalah seorang pengidap SA.
Gue sendiri awalnya nggak begitu ngerasa keganggu sama masalah ini, sampe akhirnya gejala-gejala yang gue baca di internet dan sebuah koran kok rasanya makin cocok. Akhirnya, daripada gue bilang keorang-orang gue punya problem ini, akhirnya gue memutuskan memaakan diri gue sendiri, dan mencoba untuk berkawan, belajar, berkembang seperti orang normal lainnya, dan gak menjadikan SA gue sebagai kambing hitam ketika gue gagal atau berbuat salah. Toh banyak juga kok para penderita sindrom ini yang berhasil mencapai puncak karirnya, seperti salah seorang ilmuan, dan juga seorang artis holywood. Sebenernya gue mau juga nyari tokoh-tokoh ulama yang dijadikan role model yang pernah ngalamin SA juga, sayangnya gue belum nemu hehehe.
Sedikit gambaran biar temen-temen tau gimana gua pas lagi mencoba berteman dengan orang lain waktu kecil. Kurang lebih kayak gambar diatas. Hah? serius? lu waktu kecil udah gede berotot kayak pemeran terminator? Ya enggak. Maksud gue lebih kesifatnya. Insyaallah teman-teman sudah tau kan gambaran ikon terminator. sebuah karakter robot yang dipakaikan tubuh manusia yang diperankan oleh seorang binaragawan legendaris yang bernama Arnold. peran yang dimainkannya itu memiliki sifat yang kaku, baik pada pergerakannya yang kaku seperti robot, dan juga pada sifatnya sebagai sebagai sebuah humanoid (robot berbentuk manusia) juga kaku. kurang lebih seperti ini lah gambaran gue yang mengidap SA pada sifat dan pertemanan gue.
kemudian disgrafia, disgraia sendiri adalah gangguan pada pusat-pusat korteks yang memiliki ciri-ciri pada tulisan tangannya yang kurang koherensi yang biasanya membuat pembimbing atau guru salah memahami sang anak dan menganggapnya kurang termotivasi untuk belajar dan malas.
percaya nggak percaya, gue pernah nulis pas masih SD dimana temen gue udah pada bisa nulis dengan baik dan benar, selagi tulisannya masih kayak benang kusut. Kalau kata guru-guri tulisan ceker ayam, terutama pada tulisague yang menggunakan huuf sambung. Kalau gueinget-inget tulisannya sih lebih mirip seperti benang kusut karena tulisannya emang gak bisa kebaca apa maknanya bahkan gue sendiri yang nulis pun gak bisa baca makna apa yang gue tulis. (btw sorry gue gak ada foto tulisan gue yang amburadul itu, udah pada ilang buku2x kecil gue). Lebih-lebih kalau gue nulis pakai huruf sambung.
Gue tau kalau mengidap gangguan ini pas gue SMP (sekitar 2007-2010), khususnya untuk masalah SA gue. Awalnya gue gak begitu kaget pas tau masalah ini, soalnya waktu SMP adalah masa jaya-jayanya gue dalam perjalanan hidup gue. Bayangin waktu masuk SMP bisa dapet peringkat 17 dalam satu angkatan, otomatis masuk kelas terbaik dong. Selain itu guru-guru sering muji-muji gue, maklum anak rajin, gak bandel dan sering dapet nilai bagus. Nah Yang bikin gue makin berjaya lagi itu karena gue dikaruniain fisik yang jadi idaman cowok-cowok SMP diangkatan gue. badan ideal, kekar, tinggi, ganteng. ideal banget dah, yangf kurang palingf cuman kurang tajir aja. Tapi, disitulah masalahnya, karena hal itu gue jadi sombong, ditambah lagi gue bertemen sama temen-temen yang toxic saat itu. bayangin aja, jangankan mikirin ibadah mereka kayak shalat yang buat masa depan abis mereka mati, mikirin masa depan yang lebih deket kayak mau jadi apa aja mereka kayak gak peduli. Sehingga akhirnya terjadilah beberapa hal yang membuat gue jadi overthinking selama 10 tahun ini.
Overthinking sendiri adalah kebiasaan dimana seeorang memikirkan sesuatu secara terus menerus seolah-olah tidak ada ujungnya, padahal orang tersebut tidak menginginkan memikirkan hal tersebut. biasanya overthinking bisa membuat penderitanya menjadi cemas secara berlebihan dan sering memikirkan sesuatu yang tidak perlu secara berulang-ulang sehingga meningkatkan gangguan mental. (terlebih lagi pada seseorang yang sudah punya gangguan lain seperti SA sebelumnya jika ditambah overthinking).
Ada 4 hal yang bisa dilakukan jika seseorang ketika sedang mengalami overthinking. Qadarullah ketika itu gue belum tau gimana caranya mengatasi overthinking sehingga apa yang akan gue ceritakan ketikague gagal menghadapi overthinking gue setelah gue ngasih tau gimana tips-tips untuk menghadapinya. Cara-cara mengatasi overthinking diantaranya adalah dengan : mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita, sehingga kita bisa menentukan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Kayak semacam kita berhenti dan berfikir, kira-kira gue salah dimana yah?, wuah gua udah buat salah nih ama dia, atau ah paling cumansalah paham doang gue terus taubat dari kesalahanyang diambil, lalu melangkah kejalan yang bene deh. Kemudian cerita ke orang yang kita percaya, cuman masalahnya disini gue adalah seorang pengidap syndrome asperger sehingga ketika itu gue memutuskan untuk tidak cerita, dan ini salah. Lalu bisa dengan mencurahkan masalah kita dalam bentuk tulisan, hal ini juga gak gfue lakukan karena hal tersebut merepotkan. Padahal dengan menulis hati bisa menjadi lebih lega dan bisa menjadi lebih tenangf, seperti apa yang dilakukan oleh Presiden ketiga kita bapak BJ. Habibie yang menuliskan kisah cintanya dengan isterinya Ibu Ainun karena tertekan atas kematian isterinya. Terakhir adalah fokus pada hal yang bisa kita ubah, seperti hal-hal selain pendapat orang, dimana kita lahir, ada yangf dengki ama kita apa nggak, kita bakal berhasil apa nggak, hasil penilaian juri gimana, bakal diterima apa nggak dll. oleh karena itu, fokuslah pada hal-hal yang bisa kita perjuangkan
Seperti yang gue bilang tadi, karena gue gak tau cara menghadapi overthinking gue, gue jadi gak bisa mengkonter pikiran-pikiran negati yang masuk kedalam pikiran gue ketika itu. seperti ketika kejadian ketika hal-hal yang bisa gue dapatkan secara mudah ketika SMP menjadi sulit ketika gue sudah SMA, kuliah dan pasca kuliah. seperti ketika gue kuliah, berat badan gue dikit-dikit naik lagi sampai akhirnya gue sendiri males buat ngeliat cermin dan timbangan karena sering overthinking dan ngalamin insecure. Banyak mata pelajaran di sekolah dan kuliah yang biasanya gampang banget gue ikutin jadi kayak susah banget masuknya ke otak gue, berasa kayak ada tembok cina yang ngehalangin gue sama ilmu-ilmu disekolahan. Lebih-lebih pas kuliah yang semua harus dituntut mandiri, bener-bener kesusahan banget mencapai target-target gue di hardskill (pemahaman ilmu di perkuliahan dan IPK) dan sotskill (ilmu organisasi, usaha, dan ilmu-ilmu diluar kuliah yang seharusnya gue bisa dapetin), itu semua menjadi berlarut-larut hingga membuat masalah hidup gue menjadi semakin runyam sehingga akhirnya gue mulai benci sama diri gue sendiri karena sering gagal terutama pada hal-hal yang gue ceritain barusan.
Qadarullahu wa ma sa a' ala. ( Allah telah menaqdirkan, dan yang Dia kehendaki pasti terjadi), itulah yang bisa gue bilang. Karena emang gak boleh bilang seandinya dan seandainya, tapi gue lupa bahwa ada makna dari kata itu. Kita langsung lompat aja setelah itu semua terlewati.
seenggaknya setelah semua itu terlewati gue tau, cara terbaik adalah merima diri gue apa adanya dan yakin bahwa taqdir Allah itu adalah yang terbaik, sembari gue juga tetap berusaha buat cari solusi dari masalh-masalah gue. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah Taala. Ummi (ibu) dan Abi (bapak) gue yang senantiasa ngesuport gue, mencintai gue 26 Juni 2019 tahun lalu gue akhirnya bisa lulus dari jurusan gue yang terkenal susah banget lulusnya (FISIKA), dan 15 Februari 2020 tahun ini gue di Wisuda. Periode wisuda terakhir di kampus gue sebelum diberlakukannya socio distancing yang disebabkan oleh wabah pandemi covid-19 yang sudah mulai masuk ke indonesia.
Lulus itu menyenangkan, tapi hidup nggak berakhir di momen-momen spesial seperti kelulusan. hingga akhirnya pada tanggal 27-29 September 2019 Ummi gue nawarin gfue ikut suatu pelatihan yang sedikit ngebuka pikiran gue tentang kepemimpinan dan echievement. Tapi rasanya itu semua masih kurang dari menjawab persoalan-persoalan yang gue hadapin saat ini. Tepat pada tanggal 20 Desember 2019, Bagus Tri temen sekamar pelatihan gue di Radho Hotel ngasih gue rekomendasi chanel yang katanya ngebahas psikologi-psikologi gitu.
Awalnya gue ragu tuh buat ngebuka itu chanel, jangan-jangan kayak chanel-chanel lain, cuman solusi standar banget yang bakal dikasih ke gue. Beberapa hari kemudian gue coba buka tuh chanelnya, dan saat itu juga gue langsung kepikiran buat bilang makasih sama temen gue yang ngerekomendasiin tuh chanel. bener-bener ngebuat open minded banget tentang beberapa persoalan hidup gue. seperti Quarter Life Crisis, Overthinking, Malas dan kehilangan tujuan hidup. Terutama di tujuan hidup, ini masalah gue banget, karena gue pernah ngerobek papan impian gue ketika gue masih semester 5 atau 6 (gue lupa kapannya), karena IPK gue jatoh banget pas awal-awal semester dan ngebuat semua targetan gue di kampus jadi berantakan, astagfirullah. Mungkin karena kurang spesifik kali yah seperti metode SMART yang diajarkan oleh Satu Persen.Sejak saat itu gue sadar, kalau gue lagi krisis tujuan hidup. Dan sejak saat itu gue bertekad kembali membangun impian-impian gue lagi. Nyalahin Syndrome Asperger dan Disgrafia yang gue derita juga bukanlah suatu tindakan yang hikmah, justru malah seperti tidak menghargai dfiri gfue sendiri dan tidak mensyukuri pemberian Allah yang Maha Penyayang. BTW, gue mau bilang makasih dulu ke temen gue yang udah ngenalin gue ke chanel Satu Persen. Semoga Allah memebalas kebaikan lo dan memudahkan skripsi lo Gus.
Gue sadar banget kalau gue kehilangan tujuan hidup gue saat itu. Alhamdulillah setelah Bagus Nyaranin nonton chanel Satu Persen akhirnya gue nemu video di link ini yang bagus gue banget https://www.youtube.com/watch?v=cmahbMOqXwY tentang bagaimana cara menentukan tujuan hidup. karena setelah gue ngerobek papan impian gue waktu itu, gue sadar banget kalau itu malah bikin gue gak bahagia dan membuat gue tidak sayang dan cinta ama diri gue sendiri. Sama seperti yang disampein sama orang tua gue, "kenapa sih kamu gak sayang sama diri gue sendiri?'. muak asli gue dengernya, tapi akhirnya gue sadar kalau mereka sayang sama gue dan gue emang sebaiknya mulai belajar untuk mencintai diri gue sendiri.
Karena hilangnya tujuan hidup itu malah membuat hilangnya alasan untuk hidup, sehingga gue jadi gak ngelakuin apa-apa yang otomatis membuat IKIGAI (dalam bahasa Jepang artinya "alasan untuk hidup". agar hidup lebih bermakna) gue juga hilang. Orang yang hilang tujuan hidupnya dalam jangka dekat bagaimana mungkin bisa menjalani kehidupan jangka panjangnya dengan bahagia (bahkan visi akhirat) jika tujuan hidup jangka pendeknya saja tidak ada? Otomatis itu sama aja dengan gue tidak mencintai diri gue sendiri, karena setiap manusia memang punya tujuan, dan tujuannya adalah Syurga, tempat Abadi di Akhirat yang isinya adalah kasih sayang yang tidfak lain dan tidak bukan adalah cinta.
Agar gue bisa mencintai diri gue sendiri gue ingin menjalankan IKIGAI gue baca di https://satupersen.net/mengenal-ikigai-konsep-hidup-bahagia/ kalau caranya adalah dengan menemukan empat hal, yaitu :
- Apa kita sudah mengerjakan hal yang kita sukai dan cintai?
- Apa kita sudah mengerjakan hal yang kuasai?
- Apakah kita sudah mengerjakan sesuatu yang bermanaat untuk diri sendiri dan orang lain? dan,
- Apakah kita sudah mengerjakan hal dengan bayaran yang sesuai?
simpelnya IKIGAI dapat digambarkan seperti grafik berikut :
seperti contoh, gue suka banget ama fenomena-fenomena fisika, tapi gue lemah di matematikanya yang merupakan bahasanya fisika agar gue bisa paham fenomena-fenomenanya. sehingga itu tidak bisa begitu optimal memberikan manafaat untuk diri gue dan orang lain plus gue gak akan dapat bayaran dari situ. Dari sini gue mulai paham dimana masalahnya, dan mulai tau dimana PR nya, dan gue agak sedikit merasa bahagia setelah tau akan hal ini. semoga Allah memudahkan jalannya, aamiin. Senggaknya gue ada empat PR yangf perlu gue kerjain biar gue bisa mendapatkan IKIGAI, yaitu
- Menemukan hal yang membuat gue termotivasi
- Tau nilai apa yang gue punya
- Siapa aja yang sejalan sama gue, dan
- menemukan lingkungan yang dapat ngebantu gue untuk berkembang
ada lagi PR tambahannya adalah, segera mulai dan sadari kalau rintangan itu adalah hal yang wajar. oleh karenanya temukanlah tujuan hidupmu, perbaikilah-pikiranmu laksana kamu menemukan bintang penunjuk jalan ditengah gelapnya samudra kehidupan. seehingga para pelaut-pelaut kehidupan bisa menemukan jalan-jalan cinta agarn dicintai-dan mencintai dalam kehidupan ini dalam taat, dan manfaat.
kurang lebihnya mohon maaf Salam Penulis Benang Kusut
Muhammad Imaduddin Robbani
ma sya allah sangat bermanfaat sekali.
BalasHapusjazakallahu khairan
Wa jazaakallahu khoiron
HapusWah mad, masya Allah ruar biasa tulisannya๐, wkwk ternyata lu punya bakat nulis jga bru tau we๐
BalasHapusiya, Alhamdulillah. ue aja baru ngerasa punya potensi di dunia kepenulisan.
Hapusini siapa?
Hapus