Bismillahirahmanirrahim.
sebagaimana seperti yang saya katakan di blog saya sebelumnya, bahwa para nabi menulis surat-suratnya dengan bismillah, maka disini saya akan memulai blog-blog saya dengan bismillah. Karena kita hidup di dunia ini tak lain dan tak bukan adalah untuk beribadah kepada Rabb kita Allah Subhanawata ala. Sehingga, sudah menjadi sesuatu yang harus kita sertakan dalam tiap aktivitas kita niatan untuk beribadah pada tiap kita akan memulai sesuatu.
Disini saya akan sedikit sharing kepada teman-teman tentang sebuah opini kenapa kita sebagai kaum maskulin untuk memilih mengenakan kaos polos dibandingkan dengan kaos-kaos yang bergambar dan menampilkan logo dibagian depan. ada banyak alasan kenapa lebih disarankan kepada kita sebaiknya memakai kaos yang tidak bergambar, diantaranya adalah sebagai berikut :
- Kaos Polos Membuat Lawan Bicara Anda Fokus Pada Anda
Sebagamana Diketahui, dalam sebuah quotes bahwa didalam sebuah gambar terdapat seribu makna, maka gambar-gambar biasanya dipakai oleh jasa-jasa periklanan untuk menyampaikan informasi terkait produk mereka. sehingga ketika kita memakai kaos yang bergambar, lawan bicara kita akan teralihkan fokusnya pada gambar di kaos kita sesuai dengan gambar di kaos kita dan secara tidak langsung kita juga akan membranding diri kita bahwa kita adalah pengguna atau penggemar suatu produk tertentu yang sesuai dengan gambar yang ada pada kaos kita. Sebagai contoh seseorang yang memakai pakaian dengan gambar karakter kartun tertentu akan dinilai sebagai penggemar kartun tersebut, dan secara tidak langsung ia akan menjadi poster berjalan.
Berbeda dengan kaos polos. Tiadanya gambar dan hanya ada warna pada kaos yang kita kenakan, membuat kaos polos kembali kepada fungsi asli dari sebuah pakaian yakni menutup aurat. selain itu tiadanya gambar-gambar pada kaos polos membuat lawan bicara kita melihat diri kita apa adanya, murni kita tanpa teralihkan (kecuali jika emang lawan bicaranya emang ada apanya). .
- Membuat kita lebih khusyuk ketika shalat
Pernah denger ndak di masjid-masjid pas lagi tarawih sebelum Pandemi dulu pengurus masjid biasanya mengingatkan jamaah agar yang memakai jaket agar dilepas jaketnya supaya tulisan tulisan dijaketnya tidak terbaca (biasanya mahasiswa yang begini nih). atau pernah ndak sih lihat meme atau poster faedah di Instagram yangf berisi teguran agar kalau kita memakai sarung merk sarungnya dipindahkan kedepan agar tidak terbaca oleh jamaah dibelakangnya. ini menunjukan bahwa gambar-gambar dan tulisan-tulisan pada baju yang dikenakan ketika shalat mengganggu kekhusyuan jamaah yang sedang shalat. sebagaimana dalam hadits :
Diriwayatkan dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu :
كَانَ قِرَامٌ لِعَائِشَةَ سَتَرَتْ بِهِ جَانِبَ بَيْتِهَا فَقَالَ النَّبِيُ صلى الله عليه وسلم: “أَمِيطِي عَنَّا قِرَامَكِ هَذَا فَإِنَّهُ لاَ تَزَالُ تَصَاوِيرُهُ تَعْرِضُ فِي صَلاَتِي”
‘Aisyah mempunyai gorden yang dipasang di dinding rumahnya. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyuruh ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma : “Singkirkanlah gorden itu dari kita, karena lukisannya senantiasa membayangiku dalam shalatku”. [HR al-Bukhâri, 374].
Ibnu Hajar rahimahullah berkata, : “Bila kain bergambar yang berada di hadapan orang shalat bisa melalaikannya, maka begitu pula bila gambar tersebut dipakai di baju orang yang sedang shalat. Bahkan, gambar yang dipakai itu lebih melalaikan lagi”. [Fathul-Bari, 10/391].
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa sebaiknya kita shalat dengan mengenakan pakaian yang berwarna polos agar tidak mengganggu ke khusyuan kita, terlebih lagi jika kita menggunakan pakaian yang biasanya dipakai oleh kaum muslimin untuk shalat, seperti thobe, baju koko, gamis, dan sarung.
kurang lebih itu saja sharing-sharing kita hari ini, Wallahualam bissawaab

Komentar
Posting Komentar