seputar kata "Gue" dan kata "Lo"

Bismillahirrahmanirrahim


Alhamdulillahi Robbil alamin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Belia, Shalallahu alaihi wasalam. bagaimana kabarnya? Apakah lingkungan teman-teman masih merah? ataukah sudah menghijau? semoga baik dalam segala kondisi kita senantiasa memuji Allah yang Maha Pemberi Rizki dan karunia.



Hari ini, Imad akan membahas mengenai pengunaan kata "Gue dan Elo". Mengingat 2 kata dari bahasa gaul Jakarta ini adalah kata-kata yang kontroversial karena sering dianggap kata yang tidak sopan dan kurang formal. Apalagi, kemarin-kemarin pada blog ku yang sebelumnya yang berjudul "Dicintai Dengan Bintangmu Sendiri" ada yang memberikan komentar secara japri kalau aku "kok beda banget?", "ini beneran mas imad yang nulis?" pokoknya gitu lah pokoknya. Maklum, karena selama kuliah disalah satu universitas di kota Malang yang notabene Mahasiswanya berasal dari Jawa Timur, penggunaan 2 kata bahasa gaul Jakarta ini hampir tak pernah dituturkan oleh masyarakatnya. apalagi kesibukanku ketika menjadi Mahasiswa berada dilingkungan yang islami. Otomatis, bahasa yang dituturkan dilingkungan tersebut adalah bahasa yang berupa bahasa yang diserap dari bahasa Arab. Seperti kata ana = saya, antum = kamu atau kalian, anti kamu (untuk perempuan), afwan = maaf, dan naam = iya. nah kenapa aku menggunakan bahasa gaul (jiah), itu karena ketika itu aku sedang mengikuti lomba blog salah satu Start Up di Indonesia yang kebetulan memperbolehkan blog ditulis dengan dua kata-kata itu. Karena kebetulan aku orang jakarta asli, akhirnya muncul deh apa yang seperti ada di blog itu. Nah itu sedikit klarifikasi bagi yang kemaren-kemaren tanya-tanya.

Nah, kembali ke topik (kalau kembali ke Laptop itu punyanya Tukul). Boleh gak sih memakai kata "gue" dan kata "lo"? Apakah benar tidak sopan? Insyaallah pertanyaan-pertanyaan itu akanbterjawab diakhir blog.

Sekarang, taukah kamu penggunaan kata "Lo" "Gue" berasal dari China? Menurut Agni Malagina salah seorang Mahasiswi Universitas Indonesia kepada Detik.com dalam sebuah wawancara penggunaan kata "Lu/Li (你)" dan "Gue (我)" merupakan khazanah salah satu dialek suku bangsa di China. Menurut Agni, penggunaan dua kata bahasa gaul ini berasal dari dialek suatu suku di China yang berada di wilayah Fujian. Karena, orang-orang China yang bermigrasi ke Nusantara terutama yang bermigfrasi ke wilayah Jawa banyak yang berasal dari wilayah Fujian. Oleh karena itu banyak sekali bahasa Indonesia yang yang diserap dari bahasa Hokian (bahasa China daerah Fujian).



Dalam kutipan suara.com yang mengambil reverensi dari buku "Ketika Belanda Mabuk , Lahirlah Batavia" karya Alwi Shahab dikatakan bahwa "terjadi akulturasi antara masyarakat Tionghoa dengan masyarakat Pribumi terutama masyarakat Jakarta". Banyak akulturasi yang terjadi antara kedua masyarakat itu, diantaranya seperti  akulturasi pada Pakaian seperti baju koko, dan bakiak. akulturasi kemasyarakatan seperti bukti-bukti munculnya kampung-kampung cina di Jabodetabek seperti kampung China yang berada di Glodok dan di Cibubur, lalu  bahasa seperti "Gua" dan "Lu" yang saat ini sedang kita bahasa. Selain 2 kata tersebut, bahasa indonesia yang diserap dari bahasa China juga banyak, diantaranya seperti loteng, kue, jahe, gincu, kecap, teh, somai, dan tongseng. Penggunaan banyak dari kata serapan ini menunjukan bahwa antara masyarakat Pribumi dan Tionghoa hidup rukun antar satu sama lainnya.



Seiring berjalannya waktu, penggunaan kata Gue dan Lo menjadi bahasa sehari-hari yang digunakan. Hanya saja penggunaannya lebih kepada bahasa gaul dan hanya untuk digunakan kepada teman sebaya dan hanya dituturkan pada tempat dan acara yang tidak formal. Hal tersebut karena kedua kata tersebut dianggap tidak sopan jika diucapkan kepada orangf yang lebih tua, seperti orang tua, guru, atasan, maupun ustadz atau ulama.   

kata "gue" dan kata "lo" yang dituturkan di Jakarta juga digunakan untuk melindungi status sosial seseorang dalam pertemanannya dilingkungan yang sebayanya di Jakarta agar tidak ada pandangan-pandangan miring terhadapnya, khususnya pandangan miring terhadap orientasi sexualnya. Karena kata "Aku" dan kata "Kamu" disebagian daerah,  khususnya di jakarta dianggap sebagai kata yang menunjukan kasih sayang kepada lawan bicaranya, seperti untuk orang-orang yang saling mencintai seperti suami-isteri, pacar, kakak-adik, anak dengan orang tua. Sehingga perantau dari daerah yang notabenenya menuturkan kata ganti orang menggunakan kata "aku" dan "kamu" otomatis akan menyesuaikan dengan lingkungannya. Sayangnya pengucapan kata ganti orang bahasa gaul mereka ini tidak begitu pas dengan dialeg orang Jakarta yang mengalir ini, diantara penyebab dialegnya yang tidak pas ini adalah karena kata ganti ini diucapkan dengan dialeg yang medok sehingga terkesan seperti dipaksakan. 



Jadi bagaimana? Boleh gak kita berbicara dengan kata ganti "lo" dan "gue"? Jawabannya tergantung, tergantung kepada siapa engkau berbicara, diwaktu apa engkau berbicara. Karena seperti yang dibahas tadi, dua kata ganti tersebut merupakan bahasa informal masyarakat Indonesia khususnya Jakarta, sehingga kurang sepantasnya jika digunakan kepada beberapa hal tertentu yang telah dijelaskan diatas. Okeh, kurang lebih gitu aja guys . Wasalamualaikum warahmatullahi wa baarakatuhu.


Sumber :

Komentar