Gue dan Hidroponik

Bismillahirrahmanirrahim

Semenjak dulu, Almarhum kakek memang berbakat dalam bercocok tanam. Tapi dibalik hobinya bercocok tanam itu, beliau bukanlah lulusan pertanian. Tapi beliau ingin sekali anak cucu nya masuk ke kampus yang pada masa ayah gue dulu dianggap sebagai kampus yang keluarannya banyak sekali yang menjadi pegawai bank, walau sebenarnya kampus tersebut adalah kampus yang berbasis kepada Pertanian. sayangnya gue baru tau hal itu setelah gue menjalani akhir-akhir masa perkuliahan normal gue (maklum kuliahnya gak normal karena telat lulusnya). 



Waktu itu gue ngerasa , yah semua anak punya pilihannya masing-masing mau jadi apa. Tapi, sampai suatu ketika ketika gue membaca buku sejarah, khususnya sejarah Perang  Diponegoro ternyata negara kita Indonesia ini memang sejak awal adalah negara yang berbasis pertanian. Cuman entah kenapa, pekerjaan menjadi petani di negara kita dianggap sebagai pekerjaan kaum-kaum miskin. Berbeda dengan pertanian gandum di Barat khususnya di Amerika. Coba saja lihat film-film Amerika Serikat seperti Superman (tidak menganjurkan nonton film karena ada kemungkaran disana), Petani disana terlihat makmur, memiliki kendaraan roda empat yang saat ini dianggap sebagai kendaraan yang hanya bisa dimiliki oleh kalangan menengah, memiliki rumah, pendidikannya sampai kuliah, dan pekerjaannya juga termasuk pekerjaan yang bergengsi. karena hal itu, tiba-tiba timbul keinginan dalam hati untuk memiliki kebun sendiri. Apalagi sekarang berkebun pada saat ini sudah mudah dilakukan terutama dengan sistem perkebunan yang tidak memerlukan media tanam berupa tanah seperti metode pertanian dengan Hidroponik dan Aquaponik

Semenjak beberapa pekan setelah lebaran tahun ini, Abi gue kedatangan paket berupa satu set peralatan Aquaponik lengkap dengan 100 ikan lele padanya. disusul oleh adik kelima gue dan Ummi gue yang  mulai hobi menanam dan merawat tanaman dalam pot-pot kecil. Hingga demam bercocok tanam itu mulai menggoda gue untuk bercocok tanam juga. Alhamdulillah tepat tanggal 18 Juni 2020 Tante gue yang kerja disalah satu perusahaan Jepang memberikan gue 3 ember kotak paket hidroponik model wick (ini model yangf paling disarankan untuk pemula) . Wuah gue seneng banget dong. Niat kata, gue mau membagikannya dengan abi dan Shofi (adik keempat) juga, tapi ternyata Abi masih asik dengan aquaponiknya dfan taman depan rumahnya, jadi gue dapat jatah 2 ember. Yeaaay, alhamdulillah.



Gue sendiri baru mulai menanam pada tanggal 20 Juni 2020, sayangnya karena ini baru pertama kalinya tidak ada satupun tanaman yang tumbuh karena terlalu basahnya media perkecambahan dan dipotong-potongnya media rokwol lebih awal dari waktu yang seharusnya. Kebetulan waktu itu medianya sedikit, jadi pas gue pake, langsung habis. sedih dong gue, apalagi karena gue masih pemula gue jadi gtau mesti beli medfia dimana. Alhamdulillahnya pada tanggal 24 Juni 2010 Ummi gue membelikan media rokwol lagi yang lumayan banyak. Hal tersebut karena ummi juga lagi belajar menanam hidroponik juga. 



Alhamdulillah setelah punya medianya, keesokan harinya langsung ditanami kangkung dengfan memerhatikan bagian-bagian mana yang salah sebelumnya. Sekarang, tanamannya sudah tumbuh dan berdaun, sayangfnya masih belum bisa dikonsumsi hehhehehe. 

Komentar