Bismillah
Saya sedikit ingin sharing tentang transportasi. Keinginan sharing ini bermula ketika secara tidak sengaja saat berselancar di dunia maya tentang menanjaknya potensi liburan dengan campervan di masa pandemi. Yang mana hal itu terjadi metode liburan dengan campervan tidak membuat pelaku liburan mengharuskannya berinteraksi dengan banyak orang di kendaraan umum dan tidak mengharuskannya menyewa penginapan yang mana hal tersebut memiliki potensi penularan virus corona yang cukup besar. Karena sedang menanjaknya minat masyarakat indonesia dengan metode liburan yang tidak lazim di Indonesia ini tapi lazim di negeri paman sam. Minat saya terhadap dunia automotif menjadi meningkat. Memang sudah menjadi fitrah bagi manusia terutama laki-laki untuk menyukai kendaraan-kendaraan yang bagus. Dalam Al-Quran dikatakan :
Surat Ali ‘Imran Ayat 14 :
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ
Terjemah Arti: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Referensi: https://tafsirweb.com/1146-surat-ali-imran-ayat-14.html
selain itu dalam hadit Nabi Muhammad Shalallahualaihi wa salam juga pernah bersabda :
أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ وَالْجَارُ الصَّالِحُ وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيْءُ وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاوَةِ الْجَارُ السُّوْءُ وَالْمَرْأَةُ السُّوْءُ وَالْمَسْكَنُ الضَّـيِّقُ وَالْمَرْكَبُ السُّوْءُ
“Ada empat diantara kebahagiaan : istri yang shalihah (baik), tempat tinggal yang luas, tetangga yang shalih (baik), dan kendaraan yang nyaman. Ada empat kesengsaraan: tetangga yang buruk, istri yang buruk (tidak shalihah), rumah yang sempit, dan kendaraan yang buruk”.
[HR. Ibnu Hibban dalam Shohih-nya (no. 4032), Al-Baihaqiy dalam Syu’abul Iman (9556), Adh-Dhiyaa’ Al-Maqdisiy dalam Al-Mukhtaroh (no. 1048). Hadits ini dinilai shohih oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 1445)]
Dalam Al-Quran bahwa Allah telah menjadikan indah pada apa-apa berupa kuda2x yang mana kuda merupakan kendaraan yang lazim di Zaman Rasulullah Shalallahualaihi wa salam, dan dalam hadits menunjukan bahwa kendaraan yang nyaman termasuk dari kebahagiaan dunia yang diperbolehkan. Sehingga wajar jika campervan yang merupakan mobil yang tergabung dengan beberapa perabotan rumah tangga seperti, kasur, dapur dan kamar mandi mulai diminati pada masa ini.
tentu tidak menutup kemungkinan kalau manusia juga menyukai mobil2x mewah seperti supercar dan yang lain-lainnya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوَاللَّهِ لأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik dari unta merah.”
[HR. Bukhari no. 2942 dan Muslim no. 2406, dari Sahl bin Sa’ad]
Di dalam kitab ‘Aunul Ma’bud, 10/69 orang-orang Arab di zaman Rasulullah Shalallahualaihi wa salam menganggap bahwa unta merah adalah harta paling berharga pada zaman itu. Sehingga tidak heran kecintaan pada kendaraan yang nyaman adalah hal yang lumrah pada manusia. bahkan tak jarang kepemilikan seseorang terhadap kendaraan-kendaraan tertentu membuat seseorang tersebut memiliki status sosial diatas orang yang tak memiliki kendaraan. Sering sekali secara tidak sadar kita mendecak kagum pada orang-orang seusia kita yang pergi pulang kampus ataupun krja dengan kendaraan yang bagus, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari yang motor bebek sampai motor gede. Dari city car, pick up sampai super car.
Saya sendiri mengalami hal-hal seperti itu. Beberapa masa-masa itu saya mngalami ketertarikan kepada beberapa jenis kendaraan.
Yang pertama adalah kesuakaan terhadap sepedah motor. Ketika itu saya masih berada di masa akhir-akhir SMA hingga menjelang kuliah. Ketika itu rasa insecure terhadap teman-teman seangkatan yang telah memiliki kendaraan bermotor untuk mobilitas ke sekolah dan ke universitas begitu tinggi. Mungkin saat itu terjadi karena rasa iri itu terjadi dikarenakan teman2x sebaya yang seperofesi (teman sekolah dan kuliah) hampir semua memiliki kendaraan bermotor. Pernah mendengar dari suatu grup wa yang membahas perkataan ulama salaf, bahwa iri itu biasanya kepada yang seprofesi. alhamdulillah akhirnya sekarang saya sudah bisa merasakan mengendarai motor sendiri, sehingga rasa insecure itu sudah teratasi.
Tetapi hal tersebut belum berakhir. Setelah m,ndapatkan satu hal dari duniawi biasanya manusia menginginkan hal lainnya lagi. Saya jadi teringat akan hadits nabi MUhammad Shallallahualaihi wa salam
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)
Dalam lafazh lain disebutkan,
عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِمَكَّةَ فِى خُطْبَتِهِ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Dari Ibnu ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Ibnu Az Zubair berkata di Makkah di atas mimbar saat khutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438).
Sehingga sifat qanaah dalam perkara dunia itu perlu, sembari kita juga tetap harus semangat untuk meraih perkara-perkara yang bermanfaat bagi kita untuk dunia dan akhirat kita.
Kemudian yang Kedua, biasanya setelah motor seseorang akan menyukai rumah atau kendaraan yang lebih besar dan mewah lagi. Insyaallah hal itu akan dibahas di blog selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar