setiap orang pernah mengalami momen2x patah entah karena gagal mendapatkan hajat hajatnya yang ingin ia peroleh ataupun karena sebab-sebab patah pada umumnya, yaitu patah karena cinta. pada dasarnya manusia memang di taqdirkan untuk menyukai lawan jenisnya yang biasa kita sebut dengan cinta زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran [3]: 14) Sehingga sangat wajar jika kita menyukai hal hal tersebut terutama cinta kepada lawan jenis kita. Selain itu agama kita yang mulia, yang penuh kasih sayanh juga sudah mengatur bagaimana agar keduanya bisa saling mencintai. dalah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَمْ أَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ Saya belum pernah melihat solusi untuk dua orang yang saling jatuh cinta, selain nikah (HR. Ibnu Majah 1847, Mushannaf Ibn Abi Syaibah 15915 dan dishahihkan Al-Albani). sehingga pernikahan menjadi solusi bagi dua orang yang saling mencintai. Tentu setelah melalui proses taaruf yang syari dan akad nikah dan walimah yang syari. dengan proses-proses tersebut masing-masing oasangan calon bisa mengetahui ada tidaknya kecocokan kepada calon pasangannya masing-masing sebelum melangkah menuju ke jenjang pernikahan. akan ada betikan hati yang mengatakan bahwa si fulan/ah calon pasangannya adalah orang yang cocok padanya sebelum taaruh dimulai. karena hati-hati kita sebenarnya memiliki seragam seperti sebuah pasukan. sebagaimana hadits berikut ini : Telah shahih dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah [ﷺ] bersabda: { الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ . فما تعارف منها ائتَلَف . وما تناكَر منها اختلف. } “Ruh-ruh bagaikan tentara yang tersusun. Jika saling mengenal maka akan bersatu, dan jika saling mengingkari maka akan berpisah.” [HR. Bukhori-Muslim] dari hadits tersebut kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya hati kita dan hati orang lain itu memiliki kecocokan ataupun ketidak cocokan tersendiri, hanya saja kita tidak boleh menghukumi hati seseorang seperti apa. Karena kita tidaklah mengetahui seseorang melainkan dari apa yang tampak padanya seperi pada lisan. ada salaf yang mengatakan bahwa : "Lisan itu adalah cidukan hati." sehingga fit and proper test seperti taaruf itu sangat perlu. karena kita perlu mengenali apakah ada kecocokan hati kita pada calon pasangan kita? karena kita akan hidup bersamanya selama sisa usia kita. Ada empat hal yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan hidup... 1. kecantikannya 2. hartany 3. nasabnya 4. agamanya dan diakhiri dengan perintah : "nikahilah yang baik agamanya, maka kalian akan beuntung." Nhomong-ngomong tentang pilihlah karena agamanya ternyata banyak yang salah paham dengan makna ini. orang orang mengir memilih yamg baik agamanya hanya pada eanita lulusan pesantren, yang pintarr mengaji, dan baim sama orang tua hanya iu saja. Padahal lebih dalam dari itu. Kita mengetahui di negara kita banyak muncul jenis aliran-aliran dalam beragama. ada yang ghuluw dalam memuji Rasulullah shalallahualaihi wa salam, ada yang sangat mengedeoankan akal, sehingga tidak begitu mempedulikan nash-nash syari, ada pula yang suka menjelek-jelekan penguasa diatas mimbar, bahkan ada yang suka berpura-pura berada dijalan yang lurus tapi tidak, dan ada pula (ini yang kita harapkan) yang berada di jalan yang lurus. Dari sekian banyak aliran itu pilihlah ia yang ada dijalan yang lurus, yaitu yang paling mendekati dan mencoxoki Al-Quran dan Sunnah dengan metode beragama 3 geerasi terdekat nabi. karena orang-orang yang seperti itulah yang akan menjadi sahabat sehidup semati kita yang akan senantiasa membantu kita menjalani hari-hari menuju jannahnya. sebagaimana kita ketahui bersama bahwa menikah adalah seni mengalah, banyak hal yang harus membuat kita mengalah kepada pasangan hidup kita demi memoertahankan rumah tangga. Seperi suami yang harus rela mengantar jemput istrinya, atau istri yang mengalah dalam keputusan yang ditentukan oleh suaminya dan masih banyak hal lagi. tentu tidak terbayang jika dengan sebab kita menikah dengan orang yang jelek agamanya membuat kita harus mengalah terhadap perkara-perkara yang membuat agama kita terkorbankan demi mempertahankan keluarga. Naudzubillahi mindzalik. semoga kita semua dikaruniai pasangan yang baik agamanya.

Komentar